Questbook

Friday, 22 May 2015

Bahaya! Jangan Pukul Kecoa Hingga Isi Perutnya Keluar

Bahaya! Jangan Pukul Kecoa Hingga Isi Perutnya Keluar
Bila anda melihat binatang kecoa di rumah, jangan anda memukulnya sampai mati bahkan sampai isi perut kecoa meletet keluar.
Dikutip Dari jabar.tribunnews.com disinyalir didalam perut kecoa terdapat cacing halus atau lembut yang tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoa. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoa dia akan bergerak untuk mencari tempat dan mencari indukan baru.
Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20 centimeter.
Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoa diatas kertas hitam atau diatas cermin, disitu akan terlihat
pergerakannya.
Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulitluar.
Tentunya jika melihat pergerakan kecoa ini dari tempat yang kotor bisa jadi sampah makanan yang sudah berulat dan bercacing dari tong sampah depan rumah yang belum diambil petugas kebersihan, atau dari gorong-gorong yang kotor di belakang rumah, atau dari lubang WC pun dia bisa keluar karena kecoa menyukai tempat yang kotor.
Hal yang sama juga berlaku bagi lalat. Bahkan menurut beberapa sumber lalat termasuk vektor berbagai banyak penyakit,sama seperti kecoa.
Tentu akan lebih baik membasmi kecoa cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga, yang dapat membunuh kecoa tanpa harus memukul hingga mengeluarkan isi perutnya.
Menjaga kebersihan itu sangatlah penting. Sering-seringlah melap lantai rumah dengan cairan anti bakteri. Kemudian biasakan diri setiap akan memakan sesuatu menggunakan tangan kita, maka sebaiknya tangan dicuci dengan bersih.
Kemudian makanan apapun dirumah sebaiknya ditutup, walau buah sekalipun. Karena kecoa maupun lalat bisa saja menyentuh makanan dan buah-buahan tersebut.

Sunday, 17 May 2015

4 Indra Mengagumkan Hewan yang Tidak Dimiliki Manusia

Kesempurnaan manusia dengan segala kompleksitas anggota tubuh merupakan anugerah tiada tara dari yang Maha Pencipta (Allah SWT). Mencium bau, merasakan, melihat, mendengar adalah hal yang semua manusia normal dapat lakukan untuk mengenali lingkungan sekitar dan sesamanya.

Namun kesempurnaan manusia tidaklah mutlak karena ada kekurangan dari kita yang menjadi batas kemampuan untuk tetap bersyukur. Salah satu kekurangan yang tidak dimiliki manusia terdapat pada alam sekitar termasuk hewan-hewan dengan kemampuan khusus yang sangat mengagumkan. Hewan-hewan tersebut diciptakan dengan kemampuan indra yang luar biasa dan sama sekali tidak dapat dilakukan manusia secara langsung atau tanpa menggunakan teknologi.

Berikut merupakan empat (4) indra mengagumkan hewan yang tidak dimiliki manusia:

1. Echolocation


Echolocation atau sama halnya dengan biosonar, memungkinkan hewan memancarkan suara bernada tinggi yang kemudian digunakan sebagai alat informasi untuk mengetahui lokasi dirinya dan sekitarnya dari gema (Echo) yang dihasilkannya dan kembali ke telinga hewan tersebut. Salah satunya hewan yang paling populer kita kenal dalam menggunakan biosonar adalah Kelelawar.

Kelelawar berburu dimalam hari mencari mangsa tanpa menubruk pepohonan karena biosonar yang dimilikinya. Apakah manusia bisa melakukannya? Bayangkan saja jika kita menjerit mengeluarkan suara sekeras-kerasnya bukannya kita bisa berburu dimalah hari, namun yang ada mangsa tersebut lari terbirit-birit karena bisingnya suara yang kita hasilkan.

Selain kelelawar, adapula Paus bergigi dan lumba-lumba yang memancarkan sonar (ultrasound) untuk saling berkomunikasi dan mengetahui lokasi sekitar. Kemampuan memancarkan sonar pun telah diadaptasi manusia pada teknologi canggih salah satunya untuk navigasi kapal selam.

Tapi jangan salah, Echolocation bermakna mampu mengetahui lokasi dirinya dan sekitarnya bukan berarti karena hanya suara yang menghasilkan gema seperti kelelawar. Belut Listrik salah satu contohnya, menggunakan impuls listrik dari tubuh mereka dan menggunakan gaung sebagai indra untuk mengidentifikasi dan menavigasi lingkungan sekitarnya.

2. Gelombang Elektromagnetik

Kita mengira bahwa manusia begitu istimewa mampu melihat warna yang begitu indah seperti pelangi, namun sebenarnya kita tidak mampu melihat secara detail beberapa gelombang warna (spektrum).
Cahaya putih yang disebut monokromatik (satu warna) terurai menjadi beragam jenis warna yang disebut polikromatik dengan perbedaan panjang gelombang cahaya. Warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang namun frekuensi terendah, sebaliknya biru memiliki panjang gelombang lebih renda namun dengan frekuensi lebih tinggi. Jenis gelombang elektromagnetik salah satunya sinar ultraviolet tak mampu kita lihat secara jelas.

Serangga seperti lebah dan kupu-kupu lah yang memiliki kemampuan melihat secara detail ultraviolet untuk membantu mereka dalam melakukan penyerbukan pada bunga-bunga disekitar mereka yang difavoritkan.
Bahkan yang terunik, burung Merpati memiliki kemampuan membedakan warna yang hampir sama dan sama sekalipun dalam pandangan manusia. Hal ini dikarenakan Merpati dikaruniai kemampuan melihat perbedaan panjang gelombang lima warna dasar yang disebut Pentachromates dalam satu waktu yang sama. Sedangkan kita manusia, termasuk Trichromates yang memproses tiga warna dasar yakni merah, biru dan hijau pada stau waktu.

3. Feromon

Saat memperhatikan semut bergerumul dan berlarian kesana kemari, kita mengaggap bahwa semut mungkin merupakan hewan yang tak terorganisir seperti bebek yang berjajar mengikuti induknya. Namun anggapan tersebut ternyata salah, karena semut memiliki caranya sendiri untuk mengorganisasikan kawanannya.
Semut terkenal mampu memancarkan aroma, yang disebut feromon yang dapat mengkomunikasikan pikiran yang rumit berdasarkan jenis dan jumlah feromon yang dipancarkan. Biasanya menggunakan sepuluh sampai dua puluh jenis feromon, semut dapat memancarkan aroma yang memberitahu semut lain untuk memperhatikan, datang dalam arah ini dan itu, serangan, atau minggir.

Bakteri dan beberapa serangga lainnya pun menggunakan feromon sebagai cara berkomunikasi dengan sesamanya.

4. Magnetoreception

Magnetoreception atau Magnetoception bisa dibilang sebagai “indra keenam” hewan. Indra keenam hewan tersebut mungkin banyak perbedaan dengan manusia yang mengklaim memiliki indra keenam yang berkonotasi mampu melihat mahluk gaib.

Magnetoception yang dimiliki kebanyakan hewan merupakan kemampuan yang memungkinkan mereka mendeteksi magnet bumi untuk melihat ketinggian mereka berada, arah serta lokasi.
Burung menggunakan magnetoception untuk mengikuti rute migrasi, ikan Salmon menggunakannya untuk menavigasi laut dan menemukan jalan mereka kembali ke rumah mereka dan beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa anjing menggunakan medan magentik untuk menyesuaikan diri sebelum pergi ke kamar mandi.

Sumber : ajaibdananeh.blogspot.com

Suara yang Mengelilingi Bumi 4 Kali


Pada tanggal 27 Agustus 1883, bumi mendengar suara yang sangat keras yang belum belum pernah terjadi lagi sejak saat itu.
Seperti yang dikutip dari Terselubung,in, Pada pukul 10:02 waktu setempat suara sangat keras muncul dari pulau Krakatau, yang berada di antara Jawa dan Sumatera di Indonesia. Suara itu terdengar 2000 km jauhnya di pulau-pulau Andaman dan Nicobar; juga terdengar 3200 km jauhnya di New Guinea dan Australia Barat; dan bahkan 4800 km jauhnya di pulau Samudra Hindia Rodrigues, dekat Mauritius. Secara keseluruhan, suara itu terdengar oleh orang-orang di lebih dari 50 lokasi geografis yang berbeda.
Jadi apa yang mungkin membuat suara yang keras seperti itu? Sebuah gunung berapi di Krakatau baru saja meletus dengan kekuatan begitu besar sehingga merobek pulau hingga terpisah, memancarkan segumpal asap yang mencapai 27 kilometer ke atmosfer, menurut seorang ahli geologi yang menyaksikan peristiwa itu. Suara ledakan yang dihasilkan oleh gunung krakatau berjalan sekitar 2500 km per jam, atau sekitar 2 kali kecepatan suara.
Ledakan ini menciptakan tsunami yang mematikan dengan gelombang setinggi lebih dari 30 meter. Seratus enam puluh lima desa pesisir dan permukiman hanyut dan hancur seluruhnya. Pemerintah kolonial Belanda pada saat itu memperkirakan korban tewas sebanyak 36.417 jiwa, sementara perkiraan lain melebihi 120,000 jiwa​.
Kapal Inggris Norham Castle berada 64 km dari Krakatau pada saat ledakan. Kapten kapal menulis di log-nya, “Begitu kuatnya ledakan sehingga memecahkan gendang telinga lebih dari setengah kru saya. Pikiran terakhir saya adalah istri saya tercinta. Saya pikir kiamat telah datang.”


Bulatan putih menunjukkan area dimana suara letusan Krakatau terdengar

Secara umum, suara disebabkan oleh fluktuasi tekanan udara. Sebuah barometer di pabrik gas Batavia (160 km jauhnya dari Krakatau) mencatat lonjakan tekanan pada lebih dari 2,5 inci mercury. Yang jika dikonversi berarti lebih dari 172 desibel dari tekanan suara, suara yang tak terbayangkan keras.
Untuk menempatkannya dalam konteks, jika Anda mengoperasikan mesin bor, anda akan dikenakan sekitar 100 desibel. Ambang batas pendengaran manusia untuk nyeri sekitar 130 desibel, dan jika Anda cukup malang, berdiri di samping mesin jet, Anda akan mengalami suara 150 desibel. (Peningkatan 10 desibel dianggap oleh orang-orang seperti terdengar sekitar dua kali lebih keras). Ledakan Krakatau tercatat 172 desibel pada jarak 160 kilometer dari sumbernya. Ini sangat sangat keras, dan ini melanggar batas dari apa yang kita maksud dengan “suara.”
Bila Anda bersenandung atau berbicara meski sepatah kata, Anda menggoyangkan molekul udara bolak-balik puluhan atau ratusan kali per detik, menyebabkan tekanan udara menjadi rendah di beberapa tempat dan tinggi di tempat lain. Semakin keras suara, semakin intens goyangan ini, dan semakin besar fluktuasi tekanan udara.



Tapi ada batas untuk seberapa keras suara bisa lakukan goyangan. Pada titik tertentu, fluktuasi tekanan udara yang begitu besar membuat daerah tekanan rendah mencapai tekanan nol (vakum) dan Anda tidak bisa mendapatkan yang lebih rendah dari itu. Batas ini terjadi di sekitar 194 desibel untuk suara di atmosfer bumi. Jika lebih keras dari itu, suara tidak lagi hanya lewat melalui udara, tapi benar-benar mendorong udara bersama dengannya, menciptakan semburang tekanan udara yang bergerak yang dikenal sebagai gelombang kejut.
Kembali ke Krakatau, suara ledakannya melebihi batas ini, menghasilkan semburan udara bertekanan tinggi yang begitu kuat sehingga memecahkan gendang telinga para pelaut yang berada 64 km jauhnya. Saat suara ini berjalan ribuan km, mencapai Australia dan Samudera Hindia, goyangan pada tekanan mulai melemah, hingga terdengar hanya seperti tembakan yang jauh. Lebih dari 4800 km, gelombang tekanan tumbuh terlalu kecil untuk di dengar oleh telinga manusia, tetapi terus menyapu dan seterusnya, bergema selama berhari-hari di seluruh dunia. Atmosfer berdering seperti bel, tak terdengar oleh kita, tetapi terdeteksi oleh instrumen kita.
Pada akhir agustus 1883, stasiun cuaca di sejumlah kota di seluruh dunia menggunakan barometer untuk melacak perubahan tekanan atmosfer. Enam jam 47 menit setelah ledakan Krakatau, lonjakan tekanan udara terdeteksi di Calcutta. Setelah 8 jam, denyut mencapai Mauritius di barat dan Melbourne serta Sydney di timur. 12 jam kemudian, St Petersburg mencatat denyut, diikuti oleh Wina, Roma, Paris, Berlin, dan Munich. Saat 18 jam setelah ledakan, denyut telah mencapai New York, Washington DC, dan Toronto. Hebatnya, selama 5 hari setelah ledakan, stasiun cuaca di 50 kota di seluruh dunia mengamati lonjakan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kembali tercatat kira-kira setiap 34 jam. Itulah kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan suara untuk bepergian mengelilingi bumi.
Secara keseluruhan, gelombang tekanan dari Krakatau mengelilingi dunia tiga sampai empat kali di setiap arah. Sementara itu, stasiun pasang surut yang jauh seperti India, Inggris, dan San Francisco mencatat bahwa kenaikan gelombang laut simultan dengan denyut udara ini, efek yang belum pernah terlihat sebelumnya. Suara yang tidak bisa lagi didengar tersebut terus bergerak di seluruh dunia, sebuah fenomena yang dijuluki sebagai “gelombang udara yang besar.”
Baru-baru ini, sebuah video letusan gunung berapi yang luarbiasa direkam oleh pasangan yang sedang berlibur di Papua Nugini mulai viral di internet. Jika Anda menonton nya, video ini memberi Anda ‘rasa’ dari gelombang tekanan yang diciptakan oleh gunung berapi.



Ketika gunung berapi meletus, menghasilkan lonjakan tiba-tiba tekanan udara; Anda benar-benar dapat melihatnya ketika gelombang tersebut bergerak melalui udara, mengkondensasi uap air menjadi awan saat ia bergerak. Orang-orang yang mengambil video untungnya cukup jauh sehingga gelombang tekanan perlu waktu untuk menjangkau mereka. Ketika gelombang itu akhirnya menghantam perahu, sekitar 13 detik setelah ledakan, Anda mendengar apa yang terdengar seperti suara tembakan yang keras disertai dengan ledakan tiba-tiba udara. Mengalikan 13 detik dengan kecepatan suara memberitahu kita bahwa perahu itu sekitar 4,4 kilometer jauhnya dari gunung berapi. Hal ini agak mirip dengan apa yang terjadi di Krakatau, kecuali suara tembakan dalam kasus krakatau bisa didengar bukan hanya 4 kilometeran tapi 4000 an kilometer jauhnya, sebuah demonstrasi yang luarbiasa dari kekuatan destruktif yang sangat besar yang dapat dilepaskan oleh alam.

Wednesday, 13 May 2015

Beberapa Objek Wisata Terbaik Di Sumatera Barat

1. Danau Singkarak

Merupakan danau yang terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang – Solok. Di sekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel. Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.
2. Danau Maninjau

Merupakan danau yang cukup indah dan menarik yang terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi, dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek). Di danau ini tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air yang cukup mengasyikan serta terdapat juga hotel dan homestay yang cukup representative.

3. Danau Di Atas dan Di Bawah


Kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar. Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kab. Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang. Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki. Di sekitar danau ditanam buah markisa dengan rasa yang manis, sayur-sayuran, dan kentang.
4. Jam Gadang

Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi. Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.
Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu. Hal yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII.

5. Benteng De Kock


Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset.
6. Gedung Tri Arga / Istana Bung Hatta

Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta.
7. Terowongan (Gua) Jepang

Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang.
8. Ngarai Sianok

Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim.
9. Lembah Anai

Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya.
10. Anai Resort Golf Course

Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.
11. Embun Pagi

Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau.
12. Ngalau Indah

Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.
13. Istana Pagaruyung

Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
Pagaruyung adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan. Sekarang rumah gadang yang ada disana merupakan replika dari Istana yang aslinya dengan lukisan di dinding luar dan atap yang menjulang berbentuk tanduk kerbau.

14. Lembah Harau


Merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian 100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Direncanakan cagar alam ini akan menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.
15. Pandai Sikek

Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pusat kerajinan ukiran dan tenunan Kain Songket. Pandai Sikek terletak di kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.
16. Pulau Sikuai

Pulau Sikuai, salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit berangkat dari dermaga airud Bungus. Pengunjung pulau dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam.

17. Kawasan Bukit Langkisau

Bukit Langkisau memiliki ketinggian 1.000 kaki yang terletak antara Desa Salido dan Kota Painan-Pesisir Selatan. Selain dapat menikmati pemandangan yang memukau ke laut lepas, kawasan bukit langkisau juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga terbang layang dengan lokasi pendaratan di pantai Carocok atau pantai Salido.

18. Pulau Cubadak


Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya.
19. Jembatan Akar Pesisir Selatan

Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin semakin bertambah kuat. Konon jembatan ini di desain oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada awal 1900 an.

20. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai


Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat – Sipora berada lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.

21. Desa Pariangan di Tanah Datar


Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang – Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau.
22. Rumah Peristirahatan Balai Campago

Balai Campago terletak di suatu bukit yang sangat indah dengan udara yang sejuk serta kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram, tepatnya di Desa Campago Cuguak Bulek, Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi, 4 km dari pusat kota Bukittinggi. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan angkutan darat dalam waktu 10 menit dari pusat kota Bukittinggi dan 1 jam 45 menit dari Padang. Balai Campago berdiri di atas tanah seluas 8.038 m2 dengan luas bangunan 3.054 m2 terdiri dari 2 buah bangunan VIP, 1 buah bangunan utama terdiri dari 3 kamar Superior dan 17 kamar standar yang semuanya dilengkapi dengan perabot. Fasilitas yang ada di Balai Campago adalah ruang serbaguna dengan kapasitas 40 orang, lapangan tenis, lobby, lounge teras, jogging track, coffe shop outdoor, deck pandang, menara, musholla dan tempat parkir yang memadai. Fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan ditambah dengan kolam renang dan taman bermain. Dari Balai Campago dapat terlihat seluruh keindahan kota Bukittingi, seperti 2 buah pegunungan yang berderet melingkari kota Bukittinggi dan rumah-rumah adat yang terhampar di bawah Bukit Campago.

Sumber : rmbtourcreator.wordpress.com

Monday, 11 May 2015

Memahami fenomena Sleep Paralysis

Memahami fenomena Sleep Paralysis

Memahami fenomena Sleep Paralysis | Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres.

Ya, kalian mengerti maksud saya. Kita semua pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau irep-irep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Dulu, saya sempat mengira kalau kata fenomena ini disebut Lucid Dream. Namun, ternyata saya salah. Fenomena ini sebenarnya bernama Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur) atau The Old Hag Syndrome.

Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh setan. Tidak bisa disalahkan. Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh "Old Hag" atau "Penyihir" yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome.


Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, nama The Old Hag Syndrome mulai ditinggalkan. Para peneliti lebih suka menyebutnya Sleep Paralysis (SP).

Lalu, pertanyaannya adalah: Apa yang menyebabkannya?

Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.

Ketika kita tidur, kita akan memasuki beberapa tahapan tertentu. Memang ada banyak, namun kita hanya akan melihat dua tahapan besarnya, yaitu Non REM dan REM.

Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil.


Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement - REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.
Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.

Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.

"Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku."

Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama.

Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita?

Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita.

Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena "penculikan oleh alien" atau "diserang roh jahat" kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.

Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang.

Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu.

Dan luar biasanya, mereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).

Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?

Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu:

1. Tidurlah yang cukup dan teratur
2. Kurangi Stress
3. Berolahragalah secara teratur

Dengan kata lain, gaya hidup sehat!

Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu.

ARCHIVE BLOG